INCES DALAM KEHIDUPAN SOSIAL RELIGIUS MASYARAKAT BALI

I Nyoman Duana Sutika, I Gusti Ngurah Jayanti

Abstract


Inces sosial religius dipahami sebagai larangan tata kehidupan sosial masyarakat Bali terhadap prilaku kehidupannya yang diatur dalam dresta dan sima (kebiasaan) masyarakatnya. Tata nilai tersebut sampai saat ini masih tetap dipertahankan, diyakini dan ditaati oleh anggota masyarakat Bali. Ketaatan ini didasari oleh adanya keyakinan dan persepsi masyarakat atas konsekuensi sosial religius yang ditimbulkan bagi pelanggarnya. Dengan demikian masyarakat Bali senantiasa menjadikan tri hita karana sebagai payung kearifan lokal di dalam segala aspek kehidupan sosial religiusnya, yakni menjaga hubungan yang selaras dan harmonis dengan pencipta (Tuhan), sesama, dan alam lingkungannya. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kehidupan yang sejahtera dan damai bagi kelangsungan hidup masyarakatnya.

Full Text:

pdf

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

JNANA BUDAYA INDEXED BY:

 Google Scholar Directory of Open Access Journal wordcat

__________________________________________________________________________________________________________

@2017 Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali, NTB dan NTT Jl. Raya Dalung 107 Dalung (0361) 439547/ fax. 439546 website: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbbali/. E-mail: bpnbbali@gmail.com

 Image and video hosting by TinyPic