PELABUHAN BA’A ROTE NDAO (MENUJU PELABUHAN MARITIM)

Hartono .

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai keadaan maritim di Nusa Tenggara Timur, khususnya kehidupan
masyarakat pesisir pelabuhan Ba’a. Wilayah pesisir memiliki arti strategis, karena merupakan wilayah
peralihan antara ekosistem darat dan laut yang berkesinambungan. Pengumpulan data menggunakan metode
wawancara, observasi lapangan, dan studi pustaka. Budaya maritim menunjuk pada masyarakat yang tinggal
di daerah pesisir yang dalam kesehariannya selalu bersinggungan dengan laut, karena laut menjadi tempat
mereka tinggal dan beraktivitas. Dengan adanya pelabuhan Ba’a (Rote), memberi manfaat pada masyarkat
Nusa Tenggara Timur umunya dan masyarakat Rote khususnya. Terlebih lagi dengan ditetapkanya pelabuhan
Tenau (Kupang) menjadi poros maritim dunia artinya sudah ada pengakuan terhadap Nusa Tenggara Timur
yang strategis. Pelabuhan memiliki empat peran, yakni sebagai simpul dalam jaringan transportasi sesuai
dengan hierarkinya, pintu gerbang kegiatan perekonomian, tempat kegiatan alih moda transportasi, dan
penunjang kegiatan industri dan atau perdagangan.


Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Sejarah dan Nilai Tradisional Denpasar Indexed By:
 

__________________________________________________________________________________________________________

@2018 Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali Jl. Raya Dalung 107 Dalung (0361) 439547/ fax. 439546 website: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbbali/. E-mail: bpnbbali@gmail.com,redaksibpnbbali@gmail.com.

Powered by OJS 

 Image and video hosting by TinyPic