KARAKTER EKOLOGIS MASYARAKAT ATOIN METO KAMPUNG LOEL DALAM UNGKAPAN NAH ANE, SEKLAH NEK ANE

Selsus Terselly Djese

Abstract


Kajian ini dilakukan untuk menemukan makna ungkapan Nah Ane, Seklah Nek Ane di dalam konteks asalnya
di kampung Loel, menemukan praktik pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam suku yang memberi
bentuk baru atas ungkapan itu dan untuk mememukan karakter ekologis dalam ungkapan ini. Metode
yang digunakan dalam kajian ini adalah metode kualitatif interpretatif. Dari hasil analisis ditemukan
bahwa dalam konteks asalnya, ungkapan Nah Ane, Seklah Nek Ane memberikan pemahaman tentang
kesakralan tanaman padi dan pentingnya tanaman ini sebagai tanaman kehidupan. Dalam pengelolaan dan
pemanfaatan sumber daya alam suku, ungkapan ini memberikan pemahaman tentang keyakinan akan peran
dan keterlibatan wujud spiritual, keharmonisan alam dan keterlibatan seorang Tobe sebagai pengatur dan
pengelola tanah milik suku. Karakter ekologis masyarakat Atoin Meto di kampung Loel dalam ungkapan ini
adalah asas tanggung jawab, asas keharmonisan dengan alam dan dengan Pencipta, asas timbal balik, asas
kemampuan fisik, asas penghormatan dan pengakuan terhadap struktur kepemimpinan tradisional dan asas
penghormatan kepada wujud spiritual.


Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Sejarah dan Nilai Tradisional Denpasar Indexed By:
 

__________________________________________________________________________________________________________

@2018 Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali Jl. Raya Dalung 107 Dalung (0361) 439547/ fax. 439546 website: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbbali/. E-mail: bpnbbali@gmail.com,redaksibpnbbali@gmail.com.

Powered by OJS 

 Image and video hosting by TinyPic