KEARIFAN BUDAYA MASYARAKAT KAMPUNG TRADISIONAL WAE REBO, MANGGARAI, NUSA TENGGARA TIMUR

Gendro Keling

Abstract


Kampung adat Wae Rebo adalah sebuah kampung tua yang masih mempertahankan tradisi megalitik hingga
saat ini. Masyarakat Wae Rebo selalu menjaga keharmonisan kehidupan dengan alam sekitarnya. Tulisan ini
bertujuan untuk mengungkapkan kearifan lokal Masyarakat Wae Rebo terkait dengan alam sekitarnya dan
upacara-upacara adat yang masih rutin dilaksanakan hingga sekarang. Metode penelitian yang digunakan
adalah Observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian diperoleh bahwa masyarakat Wae
Rebo masih menjaga tradisi leluhur mereka hingga sekarang dan berbagai filosofi yang ada sangat kental
dengan nilai-nilai luhur. Hal ini tercermin dalam segala aktifitas mereka di kehidupan sehari-hari, termasuk
juga dalam hal upacara adat. Seluruh kegiatan upacara adat dilaksanakan di satu titik yang disebut compang.
Compang inilah yang menjadi titik pusat semua kegiatan dan dipercayai sebagai tempat leluhur mereka,
selain tentu saja tempat tinggi yang lain seperti bukit dan gunung. Masyarakat Wae Rebo memiliki tujuh
buah rumah adat yang masing-masing rumah ini merupakan simbolisasi seorang ibu. Mereka juga membuat
makanan-makanan tradisional yang bahan-bahannya banyak tersedia di alam.


Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Sejarah dan Nilai Tradisional Denpasar Indexed By:
 

__________________________________________________________________________________________________________

@2018 Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali Jl. Raya Dalung 107 Dalung (0361) 439547/ fax. 439546 website: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbbali/. E-mail: bpnbbali@gmail.com,redaksibpnbbali@gmail.com.

Powered by OJS 

 Image and video hosting by TinyPic