TRADISI ZIARAH DAN BERKAUL PADA MAKAM KERAMAT DI LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT

I Gusti Ayu Armini

Abstract


Masyarakat Sasak di Lombok percaya terhadap hal-hal yang bersifat keramat dan memiliki kekuatan
adikodrati. Hal ini dilatarbelakangi keyakinan pada nilai-nilai sakral, sehingga muncul tradisi ziarah
dan berkaul pada makam keramat. Tradisi itu merupakan perpaduan antara tradisi lokal dengan ajaran
Agama Islam yang dianut masyarakat Sasak. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pandang,
perilaku, dan jati diri masyarakat Sasak berdasarkan pemahaman budaya lokal dan ajaran agama yang
dianut. Orientasi kajian bertumpu pada Teori Relegi yang dikemukakan E.B.Tylor, bahwa pikiran manusia
mentransformasikan kesadarannya akan adanya jiwa atau roh. Roh-roh mendapat posisi penting dalam
kehidupan manusia dan menjadi objek penghormatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, masyarakat
Sasak merupakan masyarakat religius yang taat menjalankan ajaran agama Islam. Namun pada hari-hari
tertentu juga melaksanakan ziarah makam dan tradisi berkaul terutama pada makam-makam yang dianggap
keramat. Tradisi ziarah makam dan berkaul tetap berkembang sampai saat ini karena merupakan ajaran yang
bersifat mubah (dibolehkan) dalam pandangan Agama Islam.


Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Sejarah dan Nilai Tradisional Denpasar Indexed By:
 

__________________________________________________________________________________________________________

@2018 Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali Jl. Raya Dalung 107 Dalung (0361) 439547/ fax. 439546 website: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbbali/. E-mail: bpnbbali@gmail.com,redaksibpnbbali@gmail.com.

Powered by OJS 

 Image and video hosting by TinyPic